Tags:
random
mind
()
di suatu siang yang geje, tiba-tiba gue melamun tentang rumah impian. sepele sih, gue pengen punya rumah yang ada kolam renangnya. Kegejean berlanjut dengan menghitung-hitung berapa uang yang gue perlukan untuk membeli rumah yang ada kolam renangnya?
sesungguhnya gue bukan tipe orang yang terlalu memikirkan rencana jangka panjang. gue gak terlalu bermotivasi buat bekerja. mau kerja dimana, gaji berapa, terserah deh, yang penting hidup berkecukupan, fasilitas memadai, gak usah lebih-lebih amat. motivasi sosial pun gak ada -_- (misal ingin membangun negara, membuka lapangan kerja, membantu orang tidak mampu, dll). kalaupun ada, gak jadi bagian dari cita-cita, sekedar nilai-nilai yang ingin gue pegang aja.
tapi di siang itu, gue baru sadar, ternyata buat beli rumah yang ada kolam renangnya aja, gue butuh duit yang lumayan banyak juga ya. apalagi gue pengennya gak terlalu jauh dari pusat kota dengan desain interior yang sesuai dengan keinginan gue -_- (ekspektasi gue, gue kerjanya kantoran di jakarta, jadi rumahnya di jakarta juga). kalo gaji gue x, nabung y, berarti duit gue baru cukup setelah kerja selama z tahun. lama amaaaat -_- (x,y,z-nya gue rahasiain aja deh, hehe)
begitulah, akhirnya gue kepikiran buat bikin perencanaan hidup. bikin perencanaan hidup itu ternyata penting, nasehat yang selama ini gue anggap klise. gue pikir-pikir, kalo gue gak bikin perencanaan hidup, mungkin gue akan menyesal karena mungkin impian gue gak akan terwujud karena gue salah melangkah atau terlambat. dulu yang gue lakukan hanya sekedar mikir “yah… bisalah ya insyaallah”, tapi ternyata gak semudah itu ya, butuh perencanaan sejak tahun-tahun sebelumnya toh.
hal lain yang gue dapatkan ketika gue sedang bikin perencanaan hidup adalah ternyata gak mudah membuat perencanaan hidup akan beberapa hal sekaligus, misalnya perencanaan karir dan keluarga, dan semakin gue tuliskan, semakin gue mengerti ternyata ada banyak hal yang selama ini luput dari perhatian gue dan mungkin hanya akan terlewatkan begitu aja kalo gak gue rencanakan. kapan gue nikah, punya anak, gimana karir gue saat itu, berapa duit yang harus gue persiapkan untuk berkeluarga, berapa umur papa mama gue saat gue ajak naik haji bareng, berapa umur gue saat gue nikahin anak gue nanti, dll. hidup ternyata gak sesederhana yang gue bayangkan ketika gue mulai berperan sebagai decision maker-nya….
life plan yang gue bikin gak perlu di-publish di sinilah ya, hehe. hasilnya sepele sih, walo prosesnya cukup menyita waktu (yang harusnya didedikasikan untuk TA). yang pasti target pertama yang harus gue capai adalah : lulus 2012 dan segera bekerja! hehe
*tekan tombol start
teman yang narsis, berlebih-lebihan, dan kadang suka menjelek-jelekan orang lain sebagai bagian dari humornya kadang menyebalkan. ironis, setelah gue menulis tentang manisnya persahabatan, selanjutnya gue menulis tentang teman yang menyebalkan and i can’t tell her. teorinya, harusnya gue bisa untuk bersabar dan memaklumi, jika gak bisa, harusnya gue bisa menasehati dia dengan cara yang gak menyakitinya. but, i can’t do both -_-“
teman yang seperti itu menyebalkan karena : 1) dia menjadikan dirinya lelucon. bukan konten pembicaraannya yang lucu, tapi dia membuat sifat jeleknya jadi lelucon, is it good? 2) dia membuat gue jadi gak respect sama dia. dari segi kemanusian, itu adalah salah satu sifat manusia yang paling gue tidak suka, menjelek-jelekan orang lain sebagai lelucon? ngomongin kejelekan orang lain? it’s not a kind of humor, dude. dari segi sifat egoistik dan narsisme dalam diri gue yang gue sembunyikan, menurut gue dia jauh tidak lebih baik dari gue, sedangkan gue bahkan gak senarsis itu gitu.
gue yakin dulu dia gak begitu2 amat, tapi tetep lucu kok.
gue sesungguhnya gak terlalu pandai berpura-pura dan menyembunyikan perasaan betapa gue gak respect-nya dengan leluconnya. bahkan, meski tidak terlalu berhasil, gue kadang berusaha menunjukan kebesaran gue untuk menunjukkan betapa nol-nya dia (oke, bukan sikap balasan yang benar, tapi coba dibayangkan, sulit menahan diri untuk gak begitu -_-). gue penasaran, apakah teman-teman gue yang lain benar-benar ketawa atau juga hanya sekedar basa-basi aja. apakah menurut mereka pun itu adalah lelucon yang lucu? apakah gue hanya terlalu teknik yang kaku?
“Bertahun-tahun tidak bertemu, bukan alasan untuk tidak bersahabat”
Kampus mungkin adalah salah satu alasan yang paling tepat untuk berubah. Banyak temen-temen gue yang setelah sekian lama gak pernah ketemu selama kuliah, mengalami banyak perubahan, meski mungkin sifat-sifat dasarnya masih sama. salah satunya temen gue yang satu ini, destian namanya, hihi.
kamis lalu, ketika keluarga gue ke bandung, kami mampir bentar ke salah satu FO. gue sendiri gak terlalu berminat buat belanja ataupun sekedar window shopping. jadilah gue berinisiatif mengajak keponakan gue jalan-jalan naik stroller keliling FO. ketika gue melewati pintu masuk, gak sengaja gue ngeliat orang yang gue pikir “kayanya gue kenal deh”. setelah sekian detik berpandangan, akhirnya kami berdua saling menyahut
“destian?”
“bella?”
waahh sejujurnya gue udah lama banget gak ketemu destian. Destian itu adalah salah satu sahabat gue waktu SMP. setelah SMP, destian SMA di cirebon dan gue di bandung. gue sempet ketemu dia waktu SMA kelas 1, waktu itu sama sahabat2 gue yang lain juga. selain itu kita cuma ketemu di dunia maya alias internet.
saat gue ngeliat destian waktu itu, yang gue pikirkan “wah destian tambah dewasa!” destian yang dulunya polos, sekarang jadi lebih dandan dan rapi, hihi. destian juga sekarang pake kerudung, dan perasaan gue sih keliatan lebih kalem, hihi (ntahlah ya gue cuma ketemu sebentar). pokoknya jadi lebih dewasa deh, beda banget sama gue -_-“
setelah sedikit ngobrol, datanglah mamanya buat mengajak destian pulang, mamanya ternyata juga masih inget gue, padahal seinget gue dulu gue gak pernah begitu kenal sama ortunya destian, hehe.
yang membuat gue takjub dari pertemuan yang sebentar itu adalah 1) meski destian keliatan lebih dewasa, tapi gue tetap bisa merasakan bahwa itu adalah memang masih destian yang dulu 2) meski setelah sekian lama gak bertemu, ternyata gue masih bisa merasakan aura persahabatan itu. it is so good feeling ketika menyadari bahwa setelah sekian lama gak bertemu, kita masih bisa merasakan, ya, dia adalah salah satu sahabat gue :)
sayangnya gue gak sempet berfoto bareng destian, hehe. yah, semoga masih ada waktu buat bertemu di kesempatan berikutnya ya, des :)
melihat-lihat foto masa lalu dan menyadari bahwa ada banyak teman-teman yang bahkan belum pernah gue temui lagi sejak hari perpisahan kami. perpisahan ternyata memang benar terjadi dan baru gue sadari sekarang….
lucu juga, karena gue sering kali meremehkan perpisahan :(
aku mungkin bukan pujangga
aku mungkin tak selalu ada
ini diriku apa adanya
mungkin aku bukan pujangga
yang pandai merangkai kata
kutak selalu kirimkan bunga
untuk ungkapkan hatiku
mungkin aku takkan pernah
memberi intan permata
mungkin aku tak selalu
ada di dekatmu
kuingin kau tahu isi di hatiku
ku tak akan lelah dengan hati ini
hingga dunia tak bermentari
satu yang kupinta
yakini dirimu hati ini milikmu
semua yang kulakukan untukmu
lebih dari sebuah kata cinta untukmu
tonight is the perfect time
pack my things and try
remember all the words that went bad
these hands you should hold
this heart you should keep
let the stars above us replace all the falling tears
*
would it be better if we were never near
knowing you more has always been my fear
let’s say goodbye to find a better place
before it’s too late
reff:
there is always a way for love
but sometimes not on the same road
dreaming is the only land fits for you and me
[2x]
Back to *
Back to reff